SMARA: TENTANG TUNAS CINTA YANG TUMBUH HINGGA MENJADI RIMBA KERINDUAN (BAGIAN 3)
Smara berakhir pada rimba kerinduan menjadi cinta yang tetap hidup dalam ingatan

Jelajahi tulisan terbaru dari komunitas kami
Smara berakhir pada rimba kerinduan menjadi cinta yang tetap hidup dalam ingatan

Smara tumbuh dalam rimba kerinduan, bermula dari tunas cinta yang tumbuh menjadi rimba.

Smara sampai pada titik dimana rimba cinta mulau bergemuruh.

Seperti yang lalu, aku kira cerita hebat akan kututup di tahun ini. Nyatanya tidak juga. Banyak hal yang tidak aku sampaikan jujur kepada diriku sendiri.

Berjumpa lagi dengannya, seseorang yang pernah diam-diam menarik perhatianku semasa sekolah..

Pak Umar mengasah aritnya. Tangan kanan memegang kendali, ganggang digerakan maju mundur..

Aku percaya setiap pilihan memiliki jalannya masing-masing. Kalaupun tidak memilih..

Hallo, bolehkah aku titip pesan untuk seseorang yang asing?

Kau, akhirnya menikah.

Jumpa Kecil lahir dari rindu yang sederhana: rindu mendengar suara asli orang-orang di sekitar kita.

Sendiri, berdua, atau beramai-ramai? Ngopi di Garuda, tidak akan ada yang menilaimu.

Saya selalu punya rumus yang cukup ribet jika berkunjung ke warung kopi bersama orang lain.

Mudik kemarin tidak hanya tentang keluarga, namun juga tentang cerita kolega.

Mbahku punya kebiasaan mencampur kopi dengan beras dan kambil(kelapa).
