Jurnal

Ngopi Pagi di Garuda

Ngopi Pagi di Garuda

Sendiri, berdua, atau beramai-ramai? Ngopi di Garuda, tidak akan ada yang menilaimu.

Blue collar worker atau white collar?

pengangguran atau pengusaha?

kuliah atau menikmati hari tua?

Semua sibuk meneguk kopi hangat sembari makan gorengan yang sudah mulai dingin.

Sekali waktu, saya ngopi pagi di sini. Ini bukan perkara tentang rasa kopi.

Lagi pula, kopi susu dengan harga lima ribu, apa yang bisa dicari selain kehangatan suasana pagi di kota Probolinggo?

Kalau datang sendiri, saya akan pesan kopi susu dan gorengan satu. Tidak lupa tiga batang rokok yang sudah saya persiapkan sedari rumah. Nontonin warga Probolinggo lalu-lalang di jalan Dr. Sutomo, atau nguping obrolan pengunjung lain di sebelah.

Gorengan di sini mungkin tidak membuatmu kenyang, tapi tenang, di pojok ada Soto Garuda yang siap disantap—walaupun saya lebih merekomendasikan Soto Pak ALi. Tapi sekali lagi, ini tentang selera.

Garuda atau Pak Ali, saya suka Soto!

Pagi di sini rasanya seperti sebuah sihir. Waktu dengan sengaja memberi ruang bagi kita untuk melamban—memulai hari yang baru dengan seruput kopi, lalu menilai kembali apa yang sudah dijalani.

Selamat pagi, Probolinggo.

Beni Candra

Seorang yang mencoba menggabungkan Fullstack Web Dev dengan kemampuan menulis narasi cerita.