Jurnal
Kopi si Mbah

Mbahku punya kebiasaan mencampur kopi dengan beras dan kambil(kelapa). Disangrai bersama lalu ditumbuk sendiri olehnya.
Barangkali kebiasaan ini muncul karena susahnya ekonomi masa lalu. Demi menyiasati agar stok kopi banyak, maka harus dicampur ini itu.
Tapi bagaimana soal rasa?
Beliau hanya menjawab, “penak”.
Simpel.
Tanpa repot memikirkan profil roasting, rasio, dan suhu menyeduh.
