Jurnal

Perihal Kopi, Kediri, dan Silaturahmi

Perihal Kopi, Kediri, dan Silaturahmi

Butuh waktu hampir dua jam dari rumah Mbah untuk sampai ke Kediri, tempat kawanku bekerja. Maka kesanalah aku bertolak — memenuhi janji yang dulu cuma jadi wacana, “iyoo, besok-besok tak mampir ke tempatmu!”.

Belum sempat aku bertanya, kawanku Albert sudah merencanakan kemana kita harus ngopi dan kemana harus menyantap makan malam.

Singgahlah kami di Titik Tuju Coffee Roastery, sesuai namanya, tempat ini sangat aku rekomendasikan sebagai tempat ngopi di Kediri. Selain kopinya enak, penyeduhnya aku rasa juga handal. Pesan segelas es filter single origin Kawi, adalah keputusan yang tepat.

Kawanku Ikang menyusul seberes ia bekerja. Kami bertiga nostalgia tentang masa kami di kampus dulu. Cerita tentang bagaimana kabar kawan yang lain, juga tentang kehidupan kami setelah kuliah.

Banyak hal yang berubah semenjak itu, namun bagaimana gaya kami berkomunikasi, rasanya masih tetap sama. Seperti obrolan kami di basement bawah teknik mesin di sela istirahat bengkel.

Malam kami tutup dengan menyantap soto favorit Albert. Seberesnya, aku langsung balik ke rumah Mbah.

Dua jam perjalanan, ditemani Everybody’s Changing-nya Keane aku mulai meninggalkan Kediri.

Dalam hati, “ah.. sudah tahun yang keberapa sejak masa muda di kampus itu?”

Beni Candra

Seorang yang mencoba menggabungkan Fullstack Web Dev dengan kemampuan menulis narasi cerita.